PUBG atau PlayerUnknown’s Battlegrounds merupakan salah satu game battle royale paling populer di dunia. Sejak dirilis pada 2017, game ini berhasil menarik jutaan pemain dari berbagai negara berkat gameplay kompetitif dan pengalaman bertahan hidup yang menegangkan.
Namun, di balik popularitasnya, PUBG juga menuai kontroversi di sejumlah negara. Beberapa pemerintah bahkan memutuskan untuk memblokir atau melarang game tersebut karena dianggap berdampak negatif terhadap masyarakat, terutama kalangan remaja.
Berikut adalah 6 negara yang pernah memblokir game online PUBG beserta alasan di balik kebijakan tersebut.
1. India
India menjadi salah satu negara terbesar yang pernah memblokir PUBG Mobile. Pada September 2020, pemerintah India resmi melarang PUBG Mobile bersama ratusan aplikasi lainnya yang berasal dari China.
Alasan utama pelarangan tersebut adalah masalah keamanan data dan kedaulatan digital. Pemerintah India menilai aplikasi tersebut berpotensi mengancam privasi pengguna serta keamanan nasional.
Meski demikian, PUBG kemudian kembali hadir di India melalui versi khusus bernama BGMI (Battlegrounds Mobile India) yang dioperasikan dengan regulasi yang lebih ketat.
2. Pakistan
Pemerintah Pakistan sempat memblokir PUBG Mobile pada tahun 2020 setelah menerima berbagai laporan dari masyarakat terkait dampak negatif game tersebut terhadap kesehatan mental pemain.
Otoritas telekomunikasi Pakistan menyebut PUBG dapat menyebabkan kecanduan dan memengaruhi perilaku remaja. Setelah dilakukan evaluasi dan diskusi dengan pengembang, larangan tersebut akhirnya dicabut beberapa waktu kemudian.
3. Afghanistan
Afghanistan termasuk negara yang menerapkan larangan terhadap berbagai game online, termasuk PUBG.
Pemerintah setempat beralasan bahwa game online dianggap mengganggu aktivitas pendidikan generasi muda dan dinilai tidak sesuai dengan nilai-nilai sosial yang berlaku di negara tersebut.
Larangan tersebut juga menjadi bagian dari kebijakan yang lebih luas terhadap akses hiburan digital tertentu.
4. Irak
Irak pernah mengeluarkan larangan terhadap PUBG pada tahun 2019. Parlemen Irak menilai game tersebut memberikan pengaruh negatif terhadap kesehatan, budaya, dan keamanan sosial masyarakat.
Selain PUBG, beberapa game online populer lainnya juga masuk dalam daftar yang dibatasi oleh pemerintah setempat pada saat itu.
5. Yordania
Yordania menjadi salah satu negara Timur Tengah yang memblokir PUBG karena kekhawatiran terhadap dampak psikologis dan sosial yang ditimbulkan oleh permainan tersebut.
Pemerintah menilai game battle royale berpotensi menyebabkan kecanduan dan mengurangi produktivitas kalangan muda. Pemblokiran dilakukan melalui penyedia layanan internet di negara tersebut.
6. Nepal
Pada tahun 2019, Nepal sempat melarang PUBG setelah pihak kepolisian menganggap game tersebut berpotensi meningkatkan perilaku agresif pada anak-anak dan remaja.
Namun, keputusan tersebut kemudian dibatalkan oleh pengadilan setelah dianggap tidak memiliki dasar hukum yang cukup kuat. Sejak saat itu PUBG kembali dapat dimainkan secara legal di Nepal.
Mengapa PUBG Sering Menjadi Sorotan?
Sebagai game battle royale yang mengusung tema pertempuran dan penggunaan senjata, PUBG sering menjadi perdebatan di berbagai negara. Beberapa alasan yang kerap digunakan untuk melakukan pembatasan antara lain:
- Kekhawatiran terhadap kecanduan game.
- Dampak pada kesehatan mental remaja.
- Gangguan terhadap aktivitas belajar.
- Isu keamanan data dan privasi.
- Pengaruh terhadap perilaku sosial pemain.
Meskipun demikian, hingga saat ini PUBG masih menjadi salah satu game online paling populer di dunia dengan jutaan pemain aktif yang tersebar di berbagai platform.
PUBG Tetap Menjadi Game Battle Royale Favorit
Meski pernah diblokir di beberapa negara, popularitas PUBG tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan yang signifikan. Pengembang terus menghadirkan pembaruan konten, map baru, mode permainan, serta berbagai kolaborasi yang membuat komunitas tetap aktif.