Kasus peredaran cheat ilegal di Mobile Legends: Bang Bang kembali menjadi sorotan setelah Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah berhasil membongkar praktik penjualan cheat yang dilakukan melalui platform Telegram. Bisnis ilegal tersebut diketahui telah berjalan selama beberapa tahun dengan harga cheat mulai dari Rp15 ribu hingga Rp270 ribu.
Pengungkapan kasus ini menjadi perhatian besar komunitas gamer Indonesia karena cheat yang dijual mampu merusak ekosistem kompetitif game dan memberikan keuntungan tidak sah kepada pengguna.
Polda Jateng Bongkar Sindikat Cheat Mobile Legends
Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah mengungkap dugaan tindak pidana akses ilegal serta pembuatan software cheat untuk game Mobile Legends: Bang Bang. Kasus ini bermula dari laporan resmi pihak Shanghai Moonton Technology Co Ltd selaku pengembang game.
Polisi berhasil mengidentifikasi pelaku berinisial DAR (22) yang diduga memasarkan cheat melalui akun Telegram kepada pengguna umum maupun reseller. Dari hasil pengembangan, aparat juga melakukan penelusuran hingga wilayah Lampung.
Cheat Dijual via Telegram dengan Harga Murah
Menurut pihak kepolisian, cheat tersebut dipasarkan dalam bentuk file APK yang telah dimodifikasi agar dapat terhubung langsung dengan aplikasi asli Mobile Legends di perangkat pengguna. Harga yang ditawarkan bervariasi tergantung durasi penggunaan, mulai dari Rp15 ribu hingga Rp270 ribu.
Modus operandi yang digunakan pelaku adalah menawarkan cheat melalui Telegram. Setelah transaksi selesai, pembeli akan menerima file APK beserta akses login ke panel server tertentu agar cheat dapat langsung digunakan dalam permainan.
Beberapa fitur cheat yang beredar diduga mencakup:
- Map hack
- Drone view
- Unlock skin ilegal
- Damage hack
- Auto aim
Fitur-fitur tersebut memberikan keuntungan tidak adil dalam pertandingan ranked maupun turnamen.
Kerugian Pengembang Capai Miliaran Rupiah
Pihak kepolisian menyebut praktik ilegal tersebut diperkirakan berlangsung sejak 2021 hingga Agustus 2025. Dari investigasi awal, pelaku disebut meraup keuntungan ratusan juta rupiah. Sementara itu, kerugian yang dialami pengembang game diperkirakan mencapai lebih dari Rp2,5 miliar.
Cheat dinilai merusak integritas permainan karena memungkinkan pemain mengetahui posisi musuh secara real-time dan mendapatkan keuntungan tidak sah selama pertandingan berlangsung.
Telegram Kerap Jadi Media Distribusi Aktivitas Ilegal
Platform Telegram memang sering digunakan dalam distribusi software ilegal karena memiliki sistem grup, channel, dan anonimitas yang cukup tinggi. Beberapa penelitian akademik juga menyebut Telegram menjadi salah satu jalur distribusi utama aktivitas underground digital dan aplikasi ilegal.
Dalam kasus cheat Mobile Legends ini, Telegram dimanfaatkan untuk:
- Promosi cheat
- Penjualan akun reseller
- Distribusi file APK ilegal
- Komunikasi dengan pembeli
Bahaya Menggunakan Cheat Mobile Legends
Penggunaan cheat di Mobile Legends: Bang Bang bukan hanya melanggar aturan permainan, tetapi juga berisiko tinggi bagi pengguna. Beberapa dampaknya antara lain:
Akun Bisa Permanen Dibanned
Shanghai Moonton Technology Co Ltd secara rutin melakukan ban terhadap akun yang terdeteksi menggunakan software ilegal.
Risiko Malware dan Pencurian Data
File APK modifikasi sering disusupi malware yang dapat mencuri data pribadi pengguna.
Merusak Fair Play
Cheat membuat pengalaman bermain menjadi tidak adil bagi pemain lain.
Berpotensi Melanggar Hukum
Distribusi dan penggunaan software ilegal dapat masuk kategori tindak pidana siber.
Penutup
Kasus pembongkaran bisnis ilegal cheat Mobile Legends: Bang Bang oleh Polda Jawa Tengah menjadi peringatan keras bagi pelaku maupun pengguna cheat di dunia game online. Dengan harga murah mulai Rp15 ribu dan distribusi melalui Telegram, bisnis ini ternyata mampu menghasilkan keuntungan besar sekaligus merugikan pengembang hingga miliaran rupiah.