Tim esports asal Eropa Timur, Team Yandex resmi keluar sebagai juara turnamen PGL Wallachia Season 7 setelah menumbangkan Team Liquid dalam grand final penuh drama. Duel best-of-five tersebut berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Yandex sekaligus menggagalkan upaya comeback spektakuler dari Liquid.
Kemenangan ini membuat Team Yandex membawa pulang hadiah utama sebesar US$300.000 dari total prize pool senilai US$1 juta. Gelar tersebut juga menjadi trofi Tier-1 kedua mereka setelah sebelumnya sukses menjuarai DreamLeague Season 27.
Team Yandex Tampil Dominan Sejak Awal
Pada dua game pertama grand final, Team Yandex tampil sangat agresif dan langsung menekan permainan Team Liquid. Game pertama berhasil mereka amankan dalam waktu sekitar 36 menit dengan skor kill 32-16. Performa impresif datang dari Ilya “CHIRA_JUNIOR” Chirtsov yang menggunakan Ember Spirit dan menjadi motor serangan utama tim.
Dominasi berlanjut di game kedua. Team Liquid dibuat kesulitan menghadapi permainan cepat dan objektif disiplin dari Yandex. Pertandingan bahkan berakhir sangat timpang dengan skor kill 43-7 untuk kemenangan Team Yandex. Alimzhan “Watson” Islambekov tampil luar biasa menggunakan Ursa dan menjadi mimpi buruk bagi lini belakang Liquid.
Liquid Bangkit dan Hampir Lakukan Reverse Sweep
Saat tertinggal 0-2, banyak penggemar mengira pertandingan akan selesai cepat. Namun Team Liquid menunjukkan mental juara dan mulai bangkit di game ketiga. Lewat permainan sabar selama lebih dari satu jam, Liquid akhirnya mencuri kemenangan penting untuk memperpanjang napas mereka di grand final. Michael “miCKe” Vu tampil gemilang menggunakan Windranger dan menjadi pembeda utama dalam laga tersebut.
Momentum Liquid semakin terasa di game keempat. Mereka tampil sangat dominan dan berhasil menghancurkan Yandex hanya dalam waktu sekitar 34 menit. Skor kill yang sangat timpang membuat seri berubah menjadi 2-2 dan memaksa pertandingan berlanjut ke game penentuan.
Game Kelima Jadi Penutup Dramatis
Pertandingan terakhir berlangsung sengit sejak early game. Kedua tim saling bertukar momentum dan beberapa kali melakukan team fight besar yang menentukan arah permainan. Namun pengalaman dan ketenangan Team Yandex akhirnya menjadi faktor pembeda.
CHIRA_JUNIOR kembali tampil luar biasa menggunakan Invoker dengan kontribusi kill dan assist yang sangat besar. Sementara Watson yang memakai Luna sukses menjadi damage dealer utama di late game. Team Yandex akhirnya menutup pertandingan dan memastikan kemenangan 3-2 atas Team Liquid.
Juara Meski Tidak Dengan Roster Lengkap
Keberhasilan Team Yandex terasa semakin spesial karena mereka bermain tanpa roster utama lengkap. Evgeniy “Noticed” Ignatenko harus absen akibat kendala visa dan digantikan oleh Dmitry “DM” Dorokhin sebagai stand-in selama turnamen berlangsung. Meski berstatus pemain pengganti, DM tampil solid sepanjang kompetisi dan memberi kontribusi besar dalam perjalanan menuju gelar juara.
Di sisi lain, Team Liquid sebenarnya tampil cukup konsisten sepanjang turnamen. Mereka bahkan menyapu fase grup dengan rekor sempurna sebelum akhirnya harus tumbang di grand final. Jadwal padat dan laga panjang di lower bracket disebut menjadi salah satu faktor menurunnya performa Liquid pada awal seri final.
Team Yandex Semakin Dianggap Ancaman Baru Dota 2
Dengan keberhasilan menjuarai DreamLeague Season 27 dan kini PGL Wallachia Season 7, Team Yandex mulai dianggap sebagai salah satu kekuatan baru paling berbahaya di scene kompetitif Dota 2 internasional. Konsistensi permainan, chemistry tim, serta performa pemain muda mereka menjadi modal besar untuk menghadapi turnamen besar berikutnya.