Tidak semua game sukses secara kualitas. Dalam industri video game, ada banyak judul yang mendapat kritik pedas dari pemain maupun media, tetapi tetap berhasil terjual jutaan kopi dan menghasilkan keuntungan besar. Faktor hype, nama franchise besar, marketing agresif, hingga rasa penasaran pemain sering kali membuat game “buruk” tetap laris di pasaran.
Berikut daftar game yang dianggap mengecewakan oleh banyak gamer namun tetap sukses secara komersial.
1. Cyberpunk 2077
Saat pertama kali dirilis pada 2020, Cyberpunk 2077 menuai kontroversi besar karena dipenuhi bug, performa buruk di konsol lawas, dan banyak fitur yang tidak sesuai ekspektasi. Bahkan game ini sempat ditarik dari PlayStation Store.
Meski begitu, hype besar dan nama CD Projekt membuat penjualannya tetap meledak. Dalam waktu singkat, Cyberpunk 2077 berhasil terjual jutaan kopi dan tetap menghasilkan keuntungan besar bagi developer.
2. eFootball
Transformasi dari PES menjadi eFootball sempat membuat banyak penggemar kecewa. Saat awal rilis, game ini dibanjiri kritik karena grafis aneh, minim konten, hingga gameplay yang dianggap belum matang.
Namun berkat statusnya sebagai game sepak bola gratis dari Konami, jumlah pemain eFootball tetap tinggi. Sistem free-to-play dan event rutin membuat game ini terus menghasilkan pemasukan besar lewat microtransaction.
3. Fallout 76
Game online dari franchise Fallout ini dianggap gagal memenuhi ekspektasi saat peluncuran. Banyak bug, NPC yang minim, dan dunia game terasa kosong membuat pemain kecewa berat.
Walau begitu, nama besar franchise Fallout dan basis fans loyal Bethesda Softworks membuat penjualan Fallout 76 tetap kuat di awal perilisan. Setelah berbagai update besar, game ini bahkan perlahan mulai mendapatkan kembali komunitas aktif.
4. Battlefield 2042
Sebagai seri FPS populer, Battlefield 2042 justru hadir dengan banyak masalah teknis, fitur yang hilang, serta gameplay yang dianggap kacau oleh penggemar lama.
Meski review awal buruk, game besutan Electronic Arts ini tetap mencatat angka penjualan tinggi karena hype besar sebelum rilis dan popularitas franchise Battlefield.
5. No Man’s Sky
Saat pertama dirilis, No Man’s Sky dianggap sebagai salah satu game paling mengecewakan karena banyak fitur yang dijanjikan ternyata tidak ada.
Namun rasa penasaran pemain terhadap konsep eksplorasi luar angkasa tanpa batas membuat game ini tetap laku keras. Menariknya, developer Hello Games terus memberikan update besar hingga akhirnya reputasi game ini berhasil membaik drastis.
6. Anthem
Anthem digadang-gadang menjadi game live service besar berikutnya, tetapi kenyataannya penuh masalah. Kontennya minim, repetitif, dan banyak bug yang mengganggu pengalaman bermain.
Meski gagal mempertahankan pemain dalam jangka panjang, game buatan BioWare ini tetap mencetak penjualan besar di awal berkat marketing masif dan hype tinggi.
7. The Callisto Protocol
Game horor survival ini sempat disebut sebagai penerus spiritual Dead Space. Sayangnya, banyak pemain mengkritik gameplay repetitif dan performa teknis yang buruk saat peluncuran.
Walaupun mendapat review campuran, The Callisto Protocol tetap meraih penjualan cukup tinggi karena promosi besar dan rasa penasaran gamer terhadap konsep horor sci-fi yang diusung.
Kenapa Game Buruk Tetap Bisa Laris?
Ada beberapa alasan mengapa game dengan kualitas buruk tetap sukses secara finansial:
- Nama franchise besar yang sudah punya fanbase loyal
- Marketing dan promosi besar-besaran
- Hype sebelum perilisan
- Rasa penasaran gamer
- Sistem pre-order yang masif
- Model free-to-play dengan microtransaction
Dalam banyak kasus, penjualan awal game sering kali ditentukan oleh ekspektasi dan kekuatan brand, bukan kualitas final saat rilis.
Industri Game Modern Semakin Mengandalkan Hype
Fenomena game buruk tapi tetap laris menunjukkan bagaimana industri game modern sangat dipengaruhi marketing dan komunitas. Banyak pemain membeli game sejak hari pertama hanya karena trailer keren atau nama franchise terkenal.
Namun di sisi lain, gamer kini juga semakin kritis. Jika developer gagal memperbaiki kualitas game setelah rilis, reputasi mereka bisa rusak dalam jangka panjang.