Bagi pecinta game sepak bola, nama Pro Evolution Soccer atau PES tentu sudah sangat legendaris. Game buatan Konami tersebut pernah menjadi pesaing utama franchise sepak bola populer lainnya selama bertahun-tahun.
Namun, pada tahun 2021, Konami resmi mengubah nama PES menjadi eFootball. Pergantian ini memicu banyak pertanyaan dari komunitas gamer. Tidak sedikit yang penasaran mengenai alasan di balik keputusan besar tersebut.
Ternyata, perubahan nama ini bukan sekadar rebranding biasa, melainkan bagian dari strategi besar Konami untuk masa depan industri game sepak bola digital.
Konami Ingin Fokus pada Platform Digital Modern
Salah satu alasan utama PES berubah menjadi eFootball adalah perubahan arah bisnis Konami menuju platform digital modern.
Sebelumnya, seri PES dirilis setiap tahun layaknya game olahraga pada umumnya. Namun Konami melihat tren industri mulai bergeser ke model game live service, yaitu game yang terus diperbarui secara online tanpa harus merilis versi baru setiap tahun.
Melalui eFootball, Konami ingin menghadirkan game sepak bola yang terus berkembang lewat update berkala, baik dari sisi gameplay, transfer pemain, hingga konten kompetitif.
Mengusung Konsep Free to Play
Berbeda dengan PES yang dijual sebagai game premium, eFootball hadir dengan konsep free to play atau gratis dimainkan.
Strategi ini dipilih agar game dapat menjangkau lebih banyak pemain di seluruh dunia. Dengan model gratis, gamer hanya perlu mengunduh game tanpa membeli versi baru setiap tahun.
Konami kemudian mendapatkan pemasukan melalui sistem microtransaction, battle pass, dan pembelian item dalam game.
Model bisnis seperti ini memang semakin populer di industri game modern karena dianggap lebih fleksibel dan mampu mempertahankan komunitas pemain dalam jangka panjang.
Ingin Menyatukan Semua Platform
Alasan lain PES berubah menjadi eFootball adalah ambisi Konami untuk menciptakan ekosistem lintas platform atau cross-platform.
Melalui eFootball, pemain di berbagai perangkat seperti PC, konsol, hingga mobile diharapkan bisa bermain dalam satu ekosistem yang sama.
Langkah ini cukup berbeda dibanding era PES sebelumnya yang memiliki pengalaman bermain terpisah di masing-masing platform.
Dengan sistem baru tersebut, Konami ingin membangun komunitas global yang lebih besar dan aktif.
Persaingan dengan Game Sepak Bola Lain
Industri game sepak bola semakin kompetitif dalam beberapa tahun terakhir. Konami membutuhkan identitas baru agar dapat bersaing lebih kuat di pasar global.
Nama eFootball dipilih karena dianggap lebih modern, sederhana, dan mudah dikenali secara internasional.
Selain itu, penggunaan kata “eFootball” juga memperlihatkan fokus Konami terhadap perkembangan esports sepak bola digital yang terus berkembang pesat.
Perubahan Engine dan Teknologi Baru
Konami juga memanfaatkan momentum pergantian nama untuk memperkenalkan teknologi baru dalam pengembangan game.
Jika seri PES sebelumnya menggunakan FOX Engine, maka eFootball mulai beralih menggunakan Unreal Engine.
Perubahan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas visual, animasi pemain, hingga pengalaman gameplay yang lebih realistis di masa depan.
Meski peluncuran awal eFootball sempat mendapat kritik dari komunitas karena banyak bug dan masalah teknis, Konami terus melakukan pembaruan untuk memperbaiki kualitas game.
Reaksi Gamer terhadap Perubahan PES ke eFootball
Perubahan PES menjadi eFootball memunculkan berbagai reaksi dari komunitas gamer. Sebagian mendukung langkah modernisasi yang dilakukan Konami, namun tidak sedikit juga yang merasa kehilangan identitas klasik PES.
Banyak pemain lama menganggap PES memiliki nostalgia tersendiri, terutama pada era PlayStation 2 yang sangat populer di kalangan gamer sepak bola.
Meski demikian, Konami tetap optimistis bahwa strategi baru ini akan membantu eFootball bertahan dalam persaingan industri game modern.
Kesimpulan
Perubahan Pro Evolution Soccer menjadi eFootball bukan keputusan tanpa alasan. Konami ingin mengikuti perkembangan industri game modern melalui konsep free to play, layanan live service, serta dukungan cross-platform.