Game battle royale populer PUBG Mobile tengah menjadi sorotan setelah mendapat kritik dari sejumlah pemain Muslim terkait nama sebuah item dalam update terbaru mereka. Kontroversi tersebut memicu gelombang protes di media sosial hingga akhirnya pihak pengembang resmi meminta maaf dan menghapus item tersebut dari dalam game.
Polemik ini bermula setelah update PUBG Mobile versi 4.4 bertajuk Hero’s Crown menghadirkan item baru bernama “Hand of the Almighty”. Sebagian komunitas Muslim menilai penggunaan istilah tersebut dianggap sensitif karena berkaitan dengan atribut ketuhanan dalam ajaran Islam.
Nama Item PUBG Mobile Tuai Kritik dari Komunitas Muslim
Kontroversi berkembang cepat di berbagai platform media sosial dan forum komunitas PUBG Mobile. Banyak pemain menyampaikan keberatan mereka secara langsung melalui akun resmi PUBG Mobile, termasuk di X, Facebook, hingga kolom ulasan Google Play Store.
Sebagian pemain Muslim menganggap istilah “Almighty” atau “Yang Maha Kuasa” memiliki makna religius yang sakral dan tidak pantas digunakan sebagai nama item dalam game perang. Dalam beberapa laporan, pemain dari wilayah Timur Tengah juga menyebut terjemahan Arab item tersebut berkaitan dengan salah satu Asmaulhusna.
Meski demikian, tidak semua pemain sepakat dengan kritik tersebut. Sebagian komunitas menilai istilah “Almighty” merupakan kata umum dalam bahasa Inggris dan tidak secara eksklusif merujuk pada agama tertentu.
PUBG Mobile Resmi Minta Maaf dan Hapus Item
Menanggapi kritik yang semakin meluas, PUBG Mobile akhirnya merilis pernyataan resmi dan meminta maaf kepada para pemain. Mereka mengaku menyesal atas ketidaknyamanan yang muncul akibat item tersebut dan langsung mengambil langkah cepat dengan menghapusnya dari game.
Dalam pernyataannya, PUBG Mobile menyebut bahwa mereka menghormati nilai, tradisi, dan praktik keagamaan seluruh pemain di dunia. Pengembang juga berjanji akan memperketat proses peninjauan konten agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Langkah cepat ini dinilai sebagai upaya PUBG Mobile menjaga hubungan dengan komunitas global mereka yang sangat besar, termasuk pemain dari kawasan Timur Tengah dan Asia Tenggara yang memiliki basis pengguna aktif tinggi.
Bukan Pertama Kalinya PUBG Mobile Hadapi Kontroversi
Ini bukan pertama kali PUBG Mobile menghadapi isu sensitivitas agama. Pada 2020 lalu, game ini juga sempat menuai kritik dari sebagian pemain Muslim terkait mode “Mysterious Jungle” yang dianggap mengandung unsur pemujaan berhala. PUBG Mobile saat itu juga memilih menghapus beberapa elemen dalam mode tersebut setelah muncul protes dari komunitas.
Kontroversi lama tersebut kembali ramai dibahas komunitas setelah kasus terbaru ini muncul. Beberapa pemain menilai PUBG Mobile kini lebih berhati-hati terhadap isu budaya dan agama karena memiliki basis pemain global yang sangat beragam.
Respons Komunitas PUBG Mobile Terbelah
Respons komunitas terhadap keputusan PUBG Mobile terbilang beragam. Sebagian pemain mendukung langkah pengembang karena dianggap menghormati sensitivitas agama dan budaya para pemain. Namun, ada juga yang merasa kontroversi ini terlalu dibesar-besarkan.
Diskusi mengenai kebebasan kreativitas dalam game dan batas sensitivitas budaya pun kembali menjadi topik hangat di komunitas gaming internasional. Beberapa gamer menilai developer game modern kini harus lebih berhati-hati dalam memilih nama, simbol, maupun elemen tertentu agar tidak memicu kontroversi global.
PUBG Mobile Tetap Jadi Salah Satu Game Terpopuler
Terlepas dari kontroversi tersebut, PUBG Mobile masih menjadi salah satu game mobile paling populer di dunia dengan jutaan pemain aktif setiap harinya.