Tundra Esports membuat kejutan besar di dunia esports dengan mengumumkan pengunduran diri mereka dari skena kompetitif Dota 2. Organisasi asal Inggris tersebut resmi melepas seluruh roster Dota 2 mereka yang kemudian bergabung ke 1win untuk melanjutkan perjalanan kompetitif menuju musim puncak 2026. Kabar ini menjadi salah satu transfer terbesar dalam sejarah Dota 2 modern karena melibatkan tim yang pernah menjuarai The International dan masih menjadi salah satu roster terkuat di dunia saat ini.
Tundra Esports Resmi Keluar dari Dota 2
Setelah enam tahun berkiprah di Dota 2, Tundra Esports memutuskan untuk mengakhiri perjalanan mereka di divisi tersebut. Dalam pernyataan resminya, organisasi ini menyebutkan bahwa mereka akan memasuki babak baru, sekaligus mengucapkan terima kasih kepada para pemain, staf, dan penggemar yang telah menjadi bagian dari perjalanan mereka selama bertahun-tahun.
Keputusan ini cukup mengejutkan mengingat Tundra masih tampil kompetitif sepanjang musim 2025–2026. Bahkan, tim tersebut berhasil meraih sejumlah gelar bergengsi dan mengamankan undangan langsung ke The International 2026.
Seluruh Roster Tundra Pindah ke 1win
Alih-alih membubarkan skuad, Tundra memindahkan seluruh roster dan staf pelatih ke organisasi 1win. Langkah ini memastikan chemistry dan performa tim tetap terjaga menjelang berbagai turnamen besar yang akan datang.
Roster yang bergabung ke 1win meliputi:
- Ivan Moskalenko (Pure)
- Bozhidar Bogdanov (bzm)
- Neta Shapira (33)
- Matthew Walker (Ari)
- Matthew Filemon (Whitemon)
- David Tan (MoonMeander – Coach)
Kehadiran pemain Indonesia Whitemon juga menjadi sorotan tersendiri bagi penggemar esports Tanah Air. Dengan bergabungnya roster ini ke 1win, organisasi tersebut langsung memiliki salah satu tim terkuat di dunia Dota 2.
Warisan Besar Tundra Esports di Dota 2
Nama Tundra Esports akan selalu dikenang sebagai salah satu organisasi paling sukses dalam sejarah Dota 2. Puncak kejayaan mereka terjadi ketika berhasil menjuarai The International 2022 dan mengangkat Aegis of Champions. Selain itu, mereka juga memenangkan berbagai turnamen Tier 1 sepanjang beberapa musim terakhir.
Sepanjang kiprahnya, Tundra tercatat meraih sembilan gelar Tier 1, termasuk:
- FISSURE Universe Episode 4
- BLAST Slam III
- BLAST Slam IV
- BLAST Slam V
- DreamLeague Season 28
- ESL One Birmingham 2026
Prestasi tersebut memperkuat status Tundra sebagai salah satu kekuatan utama di skena Dota 2 internasional.
Mengapa Tundra Esports Keluar dari Dota 2?
Hingga saat ini, Tundra Esports belum memberikan alasan spesifik terkait keputusan mereka meninggalkan Dota 2. Namun, langkah ini terjadi di tengah tren beberapa organisasi besar yang mulai mengurangi investasi atau bahkan keluar dari skena Dota 2 karena tantangan finansial dan keberlanjutan bisnis esports.
Meski demikian, tidak ada konfirmasi resmi bahwa faktor ekonomi menjadi penyebab utama keputusan Tundra. Organisasi hanya menyatakan bahwa mereka akan fokus pada arah baru di masa depan.
Masa Depan 1win di Dota 2 Semakin Cerah
Akuisisi roster Tundra menjadi langkah strategis besar bagi 1win. Dengan mempertahankan susunan pemain yang sama, tim ini tetap memiliki hak atas undangan langsung menuju The International 2026 karena slot tersebut melekat pada roster, bukan organisasi.
Banyak analis memprediksi bahwa 1win kini akan langsung masuk dalam daftar favorit juara pada berbagai turnamen besar mendatang. Kombinasi pemain berpengalaman seperti 33, Pure, bzm, serta Whitemon membuat tim ini tetap menjadi ancaman serius bagi rival-rivalnya di panggung internasional.
Kesimpulan
Keputusan Tundra Esports meninggalkan Dota 2 menandai berakhirnya salah satu era paling sukses dalam sejarah kompetitif game tersebut. Meski organisasi mundur dari skena, para pemain tidak tercerai-berai dan justru melanjutkan perjalanan bersama di bawah bendera 1win. Dengan status sebagai roster juara dunia dan sederet gelar Tier 1, skuad baru 1win diprediksi akan menjadi salah satu kandidat terkuat menuju The International 2026